Kembali
Kembali

CV. Asia Cahaya Teknik

Kincir Air Tambak ACT Dapat Meningkatkan Oksigen Terlarut

Tanggal :17/03/2022 14.14.00 Penulis : Hendra

Fungsi Kincir Air ACT pada Tambak

Kincir air pada tambak udang merupakan komponen yang berperan untuk meningkatkan kualitas air sebagai sumber oksigen terlarut. Fungsi kincir di tambak udang yaitu akan menimbulkan pergerakan air dalam tambak serta akan menghasilkan semburan aliran air dengan percikan air yang kuat. Hal ini akan menciptakan gelembung udara ke dalam air dan membentuk sistem aerasi secara mekanis. Dengan adanya kincir maka akan membantu menaikkan konsentrasi oksigen terlarut ketika air mengalami kekurangan oksigen dan membantu mengurangi CO2 yang berlebih. 

Fungsi lain dari penggunaan kincir yaitu membantu proses pemupukan air.  Proses ini dilakukan dalam upaya pembentukkan kualitas air yang berhubungan dengan kecerah dan warna air kolam tambak, dengan menstimulasi kestabilan pertumbuhan phytoplankton. (Baca juga: Warna air tambak yang baik untuk udang vaname).

Dasar kolam yang menjadi tempat tinggal udang memiliki ketersediaan oksigen yang terbatas. Sisa pakan, kotoran, plankton dan bahan organik lainnya banyak mengendap di dasar kolam, kondisi ini pastinya akan diikuti dengan pertumbuhan bakteri pengurai yang juga memiliki kebutuhan oksigen. Sedimen tersendiri memiliki konsumsi oksigen berkisar 1 mg/L hingga 10 mg/L tergantung dari intensitas budidaya. Kincir air di tambak udang akan membantu mengurangi kandungan karbon dioksida berlebih dengan menciptakan difusi ke permukaan.

Para pembudidaya menggunakan kincir sebagai upaya memastikan konsentrasi oksigen terlarut dalam kolam mereka dapat mencukupi kebutuhan oksigen udang yang dibudidaya, konsentrasi oksigen ini harus selalu dipantau setiap harinya. Pengecekan sebaiknya dilakukan setiap pagi mulai dari pukul 5.00 hingga 6.00 pagi dan siang hari pukul 12.00 hingga 14.00. Pada jam tersebut merupakan titik kritis yang bisa menggambarkan bagaimana kondisi perairan tambak. Jam 5.00-6.00 merupakan titik terendah oksigen terlarut dan pH serta kandungan karbondioksida tertinggi. Pada jam 12.00-14.00 merupakan puncak dari proses fotosintesis fitoplankton, kandungan oksigen terlarut serta pH air.

Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kincir air pada tambak udang menurut Jala.tech(2020) adalah kepadatan tebar dari udang, jika kepadatan tinggi maka memerlukan jumlah kincir yang lebih banyak dibandingkan dengan kepadatan tebar yang rendah. DOC udang juga mempengaruhi, jika udang masih tahap benur memerlukan kincir yang lebih sedikit dibandingkan dengan udang yang juga berukuran besar. Semua kembali kepada kebutuhan konsumsi oksigen dari udang yang dibudidayakan.

kategori

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

Respon Komentar

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

* Komentar akan ditampilkan bila disetujui
Bendera Indonesia Indonesia  |  Bendera Inggris English
Logo IDT
Chatbot